Zombie, hmm pasti selama ini kalian taunya cuman dari film atau gamekan? Tapi itu semua terjadi sekarang, hari ini menit  ini detik inii, kira-kira sudah 100 hari sejak wabah zombie melanda tempat tinggal gue dipekanbaru, saat semua ini terjadi gue panik, apa yang harus gue lakukan biar bisa survive? Cari senjata? Membentuk squad? atau membuat base pertahanan? Wagelaseh


Semuanya berawal dari virus misterius yang berasal dari laboratorium kimia terbesar di Pekanbaru, terjadi kebocoran kimia yang menyebabkan reaksi berantai yang menginfeksi korban menjadi tak terkendali, virus menyebar melalui gigitan, separuh kota telah terinfeksi hanya dalam beberapa jam. Walikota memberlakukan peraturan rumah dan jam malam serta mengarantina kota. 

Karantina kota Pekanbaru
Ketika semua itu terjadi gue lagi ngampus, suasana hening dikelas tiba2 berubah menjadi gaduh ketika mendengar suara ledakan dan ngeliat orang pada panik berlarian, gue bingung begitu juga temen-temen yang lain, setelah scroll ig gue baru tau kota dikarantina. Segera kami berhamburan keluar kelas berusaha menghubungi keluarga, tetapi tak lama berselang jaringan telekomunikasi terputus menyusul listrik kemudian padam. Seketika gue bingung harus ngapain (merasa hopeless) dan berharap ortu gue baik2 aja. Gue dan temen gue keluar dan kami terkejut ngeliat segerombolan zombie mendekati kami, refleks dong kami lari cari tempat berlindung disalah satu kos temen gue yg deket kampus. Kami berlima terjebak disana, gue, abil, affan, didi, nia, dan ezra masih syok dengan semua yg terjadi begitu cepat ini, selama beberapa hari kami gak berani keluar kos dan mengandalkan stok makanan yg tersisa, dan bisa ditebak stok makanan kamipun akhirnya habis dan kami semua kelaparan, berbekal pengalaman menonton film dan bermain game fps kami berencana keluar dan mencoba berburu dan meramu (ngeloot alfamart), kami juga berencana membangun base camp baru disana, tapi kami terlambat semua makanan udah pada ludes diburu warga setempat.
Minimarket
Dengan perasaan lapar dan takut kami secepatnya kembali lagi ke kos, tapi abil tidak sengaja menginjak kaleng, para zombie seketika berlarian kearah kami. Rasa bersalah muncul di benak abil, seketika abil menyuruh kami berempat pergi, jiwa bar-bar sepertinya merasuk kejiwanya, bersembunyi dan lari bukan gayanya lagi, tampaknya titisan genji ini akan menghabisi para zombie wkwkwkwk. kami hanya menurut dan seketika lari, gue gak tau apa yang terjadi dengan abil selanjutnya, kami mengira dia gak akan surivive, kami langsung bergegas kembali ke shelter (kos), ternyata ada zombie yg berhasil mengikuti kami, “anjiir mereka ngikutin kita gimana nii” ucap didi. Pintu kos langsung ditutup tapi terlambat, para zombie sudah tau dimana kami bersembunyi dan segera mereka berkumpul berusaha masuk. Dengan sekuat tenaga gue dan affan menahan gempuran zombie sedangkan yang lain berusaha memikirkan jalan keluar. Tapi satu-satunya cara keluar yaa hanya lewat pintu. Keheningan mewarnai yang seketika hilang dengan celetukan Affan yang menawarkan diri menjadi umpan, gue sontak dong gak setuju, gue gak mau kelihangan teman lagi. Tetapi affan tetap maksa dan karena zombie semakin banyak dan waktu yang semain tipis gue dan yang lain akhirnya setuju. Air mata keluar tak tertahankan suasana haru berpadu pilu menyayat hati tak kuasa dibendung kala itu. Pintu pun berhasil diterobos zombie dan affanpun membiarkan dirinya dimakan zombie sehingga memberikan kami ruang agar bisa melarikan diri. Dari kejauhan kami melihat affan masih berjuang tapi akhirnya ia menyerah dan merelakan hidupnya menjadi santapan zombie. 
Gambaran affan
Kami terus lari tak tauu mau kemana, sampai pada akhirnya kami tiba dipenghujung jalan, kami tidak bisa kemana-mana lagi (jalan mentok), dari kejauhan tampak zombie sudah siap memakan kami. 
Ini Zombie
Pasrah dan berdoa yang bisa kami lakukan, dan inilah saatnya kematian akan tiba, dimana setiap ada awal pasti ada akhir, tapi gue gak nyangka akan berakhir seperti ini dimakan zombie dan kehilangan segalanya. Zombie sudah didepan mata dan akhirnya… 
Pegel cok
Akupun terbangun dari mimpi buruk dan bersiap menuju kampus tercinta. TAMAT...


Komentar

Posting Komentar